TRIP TO TROWULAN

Sebenarnya saya pernah mendengar daerah Trowulan di buku sejarah waktu sekolah. Di buku-buku sejarah, Trowulan sendiri sering disebut-sebut karena diyakini sebagai pusat kerajaan terbesar di nusantara ini yaitu Majapahit. Tapi, saya belum pernah terbesit sekalipun untuk mengunjungi daerah ini.

Keinginan untuk mengunjungi Trowulan justru muncul karena sifat impulsif saya. Waktu itu sekitar awal Februari, saya mendapatkan udangan resepsi pernikahan teman saya di Mojokerto. Nah, karena itu bertepatan dengan weekend, maka saya berpikir, saya harus jalan-jalan setelah kondangan. Sayang dong, kalo Cuma kondangan doang terus pulang ke rumah.

Akhirnya saya bertanya-tanya ada apa di Mojokerto sama teman-teman saya yang asli Jawa Timur. Sebagian dari mereka pun bilang bahwa di Mojokerto tidak ada apa-apa selain pusat perbelanjaan retail Prancis dan juga onde-onde. Masak sih? Masak nggak ada tempat yang bisa dikunjungi gitu? Saya pun browsing dan baru ngeh ternyata Mojokerto itu dekat dengan Trowulan. Untuk memastikan, saya buka google earth dan baru tahu bahwa jaraknya hanya 10 km dari Mojokerto.maka saya putuskan untuk melihat-lihat sisa kerajaan Majapahit itu. Yang menarik lagi adalah, ada patung Budha Tidur yang konon diklaim sebagai yang terbesar ketiga di Dunia setelah Thailand dan China. Makin bersemangatlah saya untuk pergi ke sana.

Pada hari H, saya sudah rapi berbatik dan sudah menyiapkan baju ganti di dalam ransel saya. jadi rencanaya saya akan berangkat bersama rombongan dan akan berpisah ketika pulang dari tempat resepsi. Saya pun diantar oleh teman ke Terminal Mojokerto. Menurut info, cara paling mudah ke Trowulan adalah menggunakan bus Umum jurusan ke Yogyakarta atau Kediri. Prinsip malu bertanya sesat di jalan memang tampaknya benar adanya. Maka dari itu saya tanya-tanya ke pos keamanan yang ada di Terminal. Dari sana, mereka menyarankan untuk menggunakan bus arah Kediri dengan ongkos Rp 2000 saja. Tidak lama, masuklah bus ekonom-non AC Pelita Indah tujuan Kediri. Dan akhirnya saya menggunakan bus itu. Sebagai tambahan, sudah lama saya nggak naik bus non-patas dan merasa agak ngeri juga dengan gaya menyetir sopirnya.

Akhirnya, di perempatan Trowulan, saya pun turun dan sesuai rekomendasi dari internet, cara termudah untuk mencapai lokasi-lokasi candi tersebut adalah dengan ojek. Saya pun mencari ojek. Untuk tarif ojek sendiri, menurut orang yang saya temui setelah turun dari bus adalah 10000 untuk satu kilo (kilometer ya, bukan kilogram, emang saya daging potong?). Entah bagaimana bisa dapat hitungan segitu, tetapi saya memang mengalokasikan 50000 untuk keliling naik ojek.

Setelah proses tawar menawar (dari harga 100000) akhirnya kami deal di harga 60000. Okelah, memang harga yang pantas soalnya saya kan gedhe. Kan lebih berat jadi bayarnya mungkin tambah banyak *sadar diri*. Partner ojek saya, mas Darmanto, ternyata lumayan enak diajak ngobrol. Dia cukup paham daerah situ dan mau nungguin saya setiap saya berhenti di satu situs. Selain itu, dia juga bisa dijadikan fotografer dadakan meski terkadang tali kameranya ikut kejepret hehehe..

Pertamanya saya mengunjungi museum Trowulan. Kata teman penglaju saya di Sancaka, Pak Tri, biasanya hari minggu, museum tutup. Tapi kebetulan hari itu ada lomba lukis dan mewarnai di museum. Jadi dibuka deh, meski nggak semua ruangan di buka. Museum itu berisi arca-arca dan peninggalan Majapahit. Jadi semacam balai penyelamat. Saya Cuma sebentar di situ karena hanya melihat sekilas dan saya kemudian pindah tempat ke Sumur Upas.

Di sumur Upas ada 3 situs yang bisa dilihat. Candi Kedaton (yang hanya tersisa dasarannya saja), sumur Windu, dan Sumur Upas itu sendiri. Bersama pak Kasman, saya diantar untuk melihat situs sumur upas yang sedang dipugar. Sumur Upas adalah tempat yang diyakini merupakan tempat tinggal bangsawan. Pada hari-hari tertentu masih sering ada orang ke situ untuk meminta wahyu ataupun bermeditasi. Masih dapat dilihat sesajen di sumur itu. Jangan dibayangkan sumur upas itu sumur yang sering kita lihat di rumah-rumah.sumur upas di sini adalah pondasi-pondasi rumah bangsawan yang berkelok-kelok. Dan ada yang percaya bahwa di dalamnya juga ada saluran-saluran yang menghubungkan Majapahit dengan laut selatan dan juga pulau Bali. Wah, hebat, ada jalan rahasianya!

Ada satu sudut yang diyakini sebagai kamar raja dan masih sering orang ke situ untuk bersemedi. Untuk mencapai kamar itu,kita harus menuruni dinding pakai jembatan darurat dan melewati celah yang kecil, bahkan saya rasa paha saya lebih besar daripada celah itu. Pak Kasman menawari saya untuk melihat kamar itu. Ya jelas nggak pede lah, orang celahnya segedhe apa, badan saya segedhe apa. Salah-salah kalau saya kejepit gimana? Tapi beliau bilang kalau terkadang ada orang yang badannya kecil tapi tidak mendapat “ijin” untuk melihat, ya dia nggak bisa lihat. Ada juga katanya orang yang berbadan besar tapi mendapat “ijin” jadi bisa lewat. Wah, semacam Masangin kalau di jogja (melwati 2 pohon beringin di Alun-alun Kidul). Ahirnya saya titipkan ransel ke pak Kasman dan saya masuk ke celah itu. Ajaibnya, saya berhasil masuk! Meski dengan baju dan celana yang kotor kena debu batu bata. Akhirnya saya melihat kamarnya yang ternyata Cuma semacam bilik kecil yang ada dupanya. Panasnya minta ampun di situ. Apalagi, sumur upas kan sedang dalam proses pemugaran, jadi di atas saya itu langsung seng dan panas banget. Saya sampe keringetan berasa sauna. Liat kanan-kira dan narsis-narsisan, saya melihat tulisan : awas, rawan longsor. Wah, kalau saya terkubur di sini berabe nih, makanya saya langsung naik ke atas dan berjuang melewati kembali celah sempit itu.

Keluar dari bawah seng yang panas banget itu, pak kasman menimba air dari sumur Windu. Warga sekitar percaya bahwa air tersebut bertuah dan berkhasiat untuk awet muda. Bahkan menurut pak Kasman, air tersebut bisa diminum. Saya sih, yang sudah kepalang nekat dan haus kepanasan ya langsung minum dan segar sekali (yaiyalah, habis sauna gitu). Kalau soal awet muda sih percaya nggak percaya ya, tapi menurut saya, air tersebut bisa menyegarkan muka,membersihkan kaki dan tangan saya yang kena debu bata merah karena masuk ke kamar raja tadi hehehe.

Perjalanan pun berlanjut. Nggak tau deh sama Mas Darmanto dibawa kemana. Ternyata saya dibawa ke Candi Bajang Ratu. Sebenernya Candi menyimbolkan wujud penyatuan antara duniawi dan surgawi (CMIIW). Dan memang candi ini sangat “Jawa Timur” sekali. Batu bata merah, atapnya berbentuk kubus, dan bentuknya ramping. Menurut mitos,pengunjung tidak boleh melewai tengah Candi Bajang Ratu ini. Ya, secara mitos mungkin ada maksudnya, tapi secara nyata, memang ada tulisannya dilarang melewati candi. Mungkinudah mau rubuh kali ya.

Setelah puas mengelilingi Candi Bajang Ratu dengan halaman rumput yang sangat luas itu,kami kembali bergerak menuju Candi Tikus. Candi ini adalah semacam tempat  di mana dulunya “air dewa” ikut mengalir di dalamnya. Candinya berada di tengah cekungan kolam. Dan memang kecil bentuknya. Di sini lebih banyak orang pacaran deh daripada orang yang nonton candi.

Motor Mas Darmanto kembali membawasaya menuju situs yang lain. Kali ini saya dibawa ke Gapura Wringin Lawang.Perjalanannya sih nggak melewati jalan raya. Mas Darmanto yang orang asli situ membawa saya melewati jalan di tengah tebu-tebu dan tidak beraspal. Mendung mulai terlihat menebal dan akhirnya hujan mengguyur. Sayangnya sampai di Wringin Lawang pun saya hanya bisa menyaksikan dari jauh. Saya berteduh di pos penjagaan sambil menunggu hujan agak reda. Wringin Lawang ini menyimbolkan bahawa di dunia ini ada kebaikan dan keburukan yang saling berdampingan. Bahkan sampai kita menghadap Yang Kuasa, kebaikan dan keburukan akan selalu berdampingan dan tidak bisa disatukan.

Hujan pun mulai reda. Daripada saya nggak dapet tujuan utama saya, yaitu Budha Tidur yang katanya terbesar setelah di Thailand dan China, maka saya meminta mas Darmanto untuk membawa saya ke Vihara Budha tersebut. Rupanya di sana sedang ada acara doa untuk pengusir bala.saya sudah takut nggak bisa liat Patung Budha-nya. Ternyata, lokasi patung itu ada di sebelah belakang Vihara. Dan akhirny, sebelum hujan turun lagi, saya sempat berfoto di depan patung yang terbuat dari kuningan tersebut. Ternyata patungnya cukup besar juga. Kalau pintar motret, saya kira orang nggak bakal mengira kalau itu ada di Mojokerto. Tapi karena saya dipotretin doang sama Mas Darmanto, yaaa.. sedikit banyak ketahuan kalau itu di halaman belakang hehehe…

Setelah sedikit gerimis, saya meminta mas Darmanto untuk bergerak lagi. Kali ini ke Candi Terakhir yaitu Candi Brahu. Katanya sih konon ini dipakai buat kremasi jenazah keluarga kerajaan. Namun sayangnya untuk masuk ke dalam candinya sudah tidak bisa. Dikhawatirkan mengingat usia candi yang sudah tua, bangunannya sudah tidak terlalu kuat. Untuk membersihkan candi ini pun harus berhati-hati. Orang yang bertugas membersihkan Candi ini tidak boleh menggunakan tangga. Jadi ya hanya mengandalkan cengkraman tangan karena dikhawatirkan tangga dapat merusak batuan candi. Saya jadiberpikirjangan-jangan mereka adalah Spiderman *mulai ngaco*.

Setelah mengunjungi Candi Brahu, tenaga saya pun sudah habis. Sebenarnya masih ada beberapa candi lagi. Namun bentuknya mitip-mirip sumur upas yang pertama saya kunjugi. Saya mikirnya sih panas banget deh di bawah seng-seng lagi. Jadi saya skip dan saya memilih pulang ke Gresik.

Untuk pulang kembali ke Surabaya atau Gresik caranya pun sama. Tinggal berhenti di perempatan Trowulan dan menyetop bus yang menuju ke arah Surabaya. Bus-nya pun bisa memilih yang AC atau non AC, yang jelas bukan bus Patas lho ya. Jadi siap-siap saja berdiri. Kalau beruntung, di Mojokerto bisa dapat tempat duduk. Apes-apesnya sampai surabaya berdiri deh. Harga tiket untuk bus AC non Patas sendiri tidak lebih dari Rp 10.000. Yang paling salut adalah, Begitu saya sampai di perempatan untuk menunggu Bus, Mas Darmanto tidak langsung pulang tetapi membantu saya menyetop bus dan menunggui saya sampai dapat bus. Wah, total banget melayaninya.

Akhirnya perjalanan saya menapaki jejak Majapahit pun Usai. Saya lihat,meski beberapa tidak terawat, tidak terlalu spektakuler, dan tidak terlalu terkenal, tapi setidaknya saya cukup berbangga bahwa dulu di Nusantara ini pernah ada kerajaan yang sangat tersohor dan saya masih sempat mencicipi sedikit sisa-sisa peninggalan Kejayaan Nusantara waktu itu. Semoga, entah kapan, kejayaan itu bisa terulang kembali ke dapannya….

Advertisements
Posted in Jalan-Jalan, Uncategorized | 3 Comments

Menelusur Kota Tua Surabaya (part I) : House of Sampoerna

Sebenarnya, bisa dipastikan hampir setiap minggu saya kembali ke Jogja. Sebagai perantau yang masih sering kangen sama kotanya, pulang ke Jogja setiap wiken rasanya cukup untuk me-recharge kembali energi saya untuk satu minggu ke depan. Tapi kebetulan minggu ini ada hal yang harus saya lakukan di Surabaya, jadinya belum bisa pulang.

nasi udang yang makyoooos

Tapi yang jadi masalah adalah bukan karena saya tidak bisa pulang ke Jogja wiken ini. Masalahnya adalah, kemana saya akan menghabiskan wiken ini? Saya termasuk orang yang tidak bisa berdiam terlalu lama di rumah kalau nggak capek-capek banget. Lha wong saya pulang dari acara itu masih sempet kok  makan nasi empal udang sambel yang terkenal itu, dan bahkan sempat berjalan-jalan di suatu Mal besar di Surabaya.

Awalnya hari Minggu ini saya berniat untuk menghabiskan waktu saya dengan balas dendam tidur. Tapi karena sudah kebiasaan dibangunkan oleh alarm saya untuk masuk kantor jam 7, saya pun merasa jam 8 pagi sudah sangat suntuk di tempat tidur. Akhirnya saya mencucikan Picul, motor merah kesayangan saya. nah, sembari mencucikan motor, otak saya mulai berpikir, motor bersih, paling enak diajak jalan-jalan. Entah dari mana idenya, saya terpikir untuk mengunjungi House of Sampoerna di kawasan kota tua surabaya. Saya memang paling demen kalau jalan-jalan ke kota tua. Berasa nyicipin eropa sebelum benar-benar sampai di sana hehehe..

Sembari nunggu motor saya mandi, saya browse sebenar mengenai kota tua surabaya. Dan akhirnya saya mendapat informasi bahwa di House of Sampoerna ada Surabaya Heritage Tracker, yaitu kegiatan tour dalam kota mengunjungi situs-situs bangunan tua surabaya menggunakan bus yang telah disediakan dan itu gratis pula. dasar mentalnya masih mental mahasiswa, membaca tulisan Gratis, saya langsung tancap gas ke kota tua yang jaraknya sekitar 20 km dari mess saya.

Jam 11 siang, di tengah teriknya surabaya, saya melaju menuju kawasan Kota Tua Surabaya. Untuk mencapai House of Sampoerna (HoS) cukup mudah karena petunjuknya sangat jelas. Sampai di House of Sampoerna (HoS) saya melihat bus merah yang bentuknya mirip trem itu dan makin bersemangatlah saya. tapi ketika saya akan mengambil tiket, mbak penjaga tiket bilang kalau tiket untuk trip hari itu sudah penuh. Saya sempat kecewa, tapi saya bilang, kalau ada yang batal, saya mau ikut, meski harus menunggu. Mbaknya menyarankan saya untuk masuk waiting list dan kembali 5 menit sebelum bus berjalan.

House of Sampoerna Tampak Depan. Masih sangat megah

Sambil menunggu saya melihat-lihat HoS itu sendiri. HoS sebenarnya adalah rumah milik keluarga pendiri Sampoerna. Nama pendirinya saya lupa, habisnya pake nama-nama cina gitu, ya maap ya. Tapi yang jelas sampai sekarang masih difungsikan sebagai tempat tinggal. Bangunan ini terdiri dari 3 bagian utama. Bagian Timur, Tengah, dan Barat. Bangunan barat sendiri difungsikan sebagai rumah tinggal keluarga Sampurna hingga saat ini. Mereka tetap mempertahankan tradisi bahwa sebagai pemilik mereka harus tetap tinggal di sekitar pabrik untuk alasan efisiensi dan efektifitas mengawasi karyawan dalam berproduksi. Rumah ini sebenarnya pribadi (yaiyalah, bayangin aja misalnya setiap hari ada rombongan orang yang masuk ke rumah kita buat lihat-lihat. Males banget kan) tapi bisa juga kalau memang tepat dan sesuai prosedur, rumah ini bisa dimasuki bahkan berombongan. Tapi meski tidak bisa masuk, pengunjung bsa melihat mobil Rolls Royce marun milik keluarga yang diparkir di luar. Mobilnya Sendiri memang masih sangat terawat dan memang terlihat sangat mewah dan klasik.

Rolls Royce Keluarga Sampoerna

Menurut keterangannya, RR itu dulu hampir tidak bisa masuk Indonesia. Tapi akhirnya pada tahun 2002 mobil itu berhasil masuk ke Indonesia melalui Singapura. Tapi sampai sekarang pun Tanda Nomor Kendaaraan mobil itu masih nomor Singapura. alhasil itu mobil cuma mejeng aja di carport

Beranjak ke Timur, saya masuk ke Museum. Museum ini boleh dikunjungi oleh orang yang berusia 18 tahun ke atas. Bagi yang belum berusia 18 tahun, mereka harus didampingi oleh orang dewasa. Orang waktu masuk aja KTP kita dicek loh untuk memastikan kita sudah cukup umur. Begitu masuk ke dalamnya, tercium aroma antara tembakau dan cengkeh, pokoknya bau rokok banget deh. Di dalam museum yang terdiri dari dua lantai tersebut terbagi menjadi berbagai bagian. Bagian pertama ketika masuk, kita akan disuguhi foto-foto sang pendiri sampurna, hingga cerita cikal bakal bagaimana pak Sampurna (udah deh sebut saja begitu) akhirnya berhasil mendirikan pabrik rokok yang benar-benar besar. Di Sudut Timur kita diajak untuk melihat ruang tamu yang banyak berisi memorabilia milik pak Sampurna. Ada foto,buku, dan gambar-gambar mengenai perjalanan pak Sampurnna. Dan di sebelah barat ada replika warung yang dulu digunakan pak Sampurna ketika dia berjualan pertama kali bersama Istrinya,dan juga tembakau-tembakau dari seluruh daerah, daun-daun tembakau yang dikeringkan, dan juga mesin pengering tembakau.

Koleksi Kotak Korek dari tahun ke tahun

Warung Awal Berjualan dan Koleksi Kotak Korek Api

Di sini ketahuan juga bahwa pak Sampurna ini dulunya berasal dari keluarga di Cina, karena terdesak alasan ekonomi, akhirnya ayah pak sampurna eksodus ke Indonesia bersama keluarganya. Saking miskinnya, Sampurna pun dipisah dari kakanya dan dia diangkat oleh keluarga di Bojonegoro. Di sana dia belajar melinting rokok, dan sampai memasarkan rokok. berkat ketekunan dan keuletannya, akhirnya Sampurna berhasil membuat warung kecil-kecilan dan akhirnya berkembang hingga perusahaan yang besar sampai saat ini.

Di Bagian Kedua dari museum ini, terdapat para generasi penerus sampurna. Dari jaman baheula sampai sekarang. Ada juga rak yang menarik, yaitu rak yang berisi koleksi korek api dari masa ke masa. Lucu-lucu disainnya. Di sisi satunya, terpampang lukisan-lukisan yang mengilustrasikan bahwa rokok itu sudah sangat memasyarakat di Indonseia. Dan bahkan setiap daerah pun memiliki turunan dari produk Sampurna itu sendiri. Karena saya dari Jogja, fokus saya langsung ke foto Sri Sultan Hamengku Buwono X yang di fotonya ditempeli kotak rokok cap Keraton. Selain itu, terdapat pula foto-foto produksi rokok Sampurna di awal-awal produksinya.repro foto itu masih bagus sekali jadi menarik untuk disimak.

Lambang Sampoerna

Di tengah penghubung antara pintu kedua dan ketiga ada lambang Sampoerna besar. Saya iseng tanya sama mbak-mbak cantik yang sedang jaga di situ. Dia menjelaskan lambang Sampurna itu. Lambangnya adalah logo sampurna yang ditopang oleh dua ekor singa. Singa yang kanan (digambarkan sebagai singa jantan) membawa lingkaran. Ini menyimbolkan bahwa sebagai laki-laki, seseorang harus bisa menguasai dunia. sedangkan di sebelah kiri, singa (yang digambarkan sebagai singa betina) itu membawa seekor anak. Ini melambangkan bahwa sebagai seorang wanita, seseorang harus bisa merawat keluarganya. Diatasnya, ada 9 bintang yang melambangkan 9 tujuan perusahaan dan di bawahnya ada tulisan ‘anggarda paramita’ yang berarti menuju kesempurnaan. Di posisi paling bawah ada tulisan 1913 yang melambangkan tahun berdirinya Sampurna.

Masuk ke bagian ketiga, kita disuguhi peralatan pengepakan kotak karton rokok dan juga gambaran bahwa Sampurna telah mendunia. Hal ini terlihat dari bungkus rokok merk dagang Sampurna dalam versi Malaysia, Belanda, dan Brazil. Selain itu ada gambar Marching Band Sampurna yang ikut memeriahkan festival Bunga Mawar di Disneyland Amerika tahun 1992 Tak tanggung-tanggung mereka membawa sekompi Marching Band ke sana. Hebat juga loh, tahun 1992 sudah membawa rombongan segambreng ke amerika pake Garuda lagi (yaiyalah lah, tahun segitu adanya juga pesawat baru garuda). Ada juga booth sampurna untuk foto-foto bagi yang berminat.

Naik ke lantai dua kita bisa melihat banyak karya-karya, foto-foto dan kaca mozaik Sampurna. Di lantai dua fokusnya adalah tempat penjualan cinderamata dan foto-foto Sampurna Group Hingga saat ini. Bila kita melihat ke bawah dari lantai 2, kita bisa melihat meja-meja tempat para wnita melinting rokok. Sayangnya karena saya berkunjung hari minggu, sedang tidak ada aktivitas yang dilakukan, kalau hari biasa, biasanya ratusan wanita cekatan terlihat sedang melinting rokok hingga bisa menghasilkan puluhan lintingan rokok dalam satu menit. Menurut mbak penjaganya, kalau sabtu minggu memang tidak ada kegiatan. Tapi ketika mereka sedang dikejar target. Bisa jadi sabtu minggu pun mereka harus lembur. dan karena tidak boleh memotret ya saya ngak jadi jepret-jepret deh. Lantai 2 ini juga menjual berbagai macam souvenir khas surabaya seperti kaos dan kerajinan tangan lainnya. pengen beli, tapi nggak ada yang cukup kaosnya…

Setelah selesai satu museum, saya turun ke bawah dan menyusuri halaman menuju gedung seni yang terletak di rumah bagian timur. Di sni ditampilkan beberapa karya yang bekerja sama dengan Sampurna Foundation. Gedung yang bernuansa merah ini banyak sekali menampilkan lukisan-lukisan. Karena saya orangnya nggak paham sama lukisan, saya beralih ke bangunan yang saya pikir masih bangian dari gedung seni. Ternyata itu kafe.  saya sih cuma sempat melongok masuk. tapi enggak nngkrong di situ karena takut ketinggalan bus.

Lambangnya mengingatkan merek tertentu?

Akhirnya, saya menunggu sampai jam 1 untuk memastikan bahwa  ada kursi tersisa di Bus merah itu. Akhirnya kesabaran ada buahnya, jam 1 kurang 5 menit masih ada beberapa kursi yang kosong dan akhirny hopla, saya melanjutkan perjalanan saya keiling bangunan kota surabaya.

Ini Busnya. Mirip Trem. Ngejreng

–to be continued in part 2 : Keliing Kota Tua Surabaya-

-Gresik, 30102011-           23.32

Posted in Jalan-Jalan, Uncategorized | Tagged , , , | 6 Comments

Unik di Kala Memaggil Kandidat Tes

Sebagai (mantan) rekruiter, setelah CV selesai dipilah dan dipilih, saatnya memanggil kandidat. Untuk memanggil kandidat, cara yang biasanya digunakan adalah telepon, sms, e-mail. Tapi saya juga pernah menemukan sih, masih ada yang menggunakan surat pemberitahuan yang masih lengkap dengan kop suratnya. Ya mirip-mirip Harry Potter gitu deh hehehe…

Cara yang paking sering saya gunakan adalah menggunakan telepon langsung ke kandidat. Telepon dipilih karena selain lebih cepat, juga bisa digunakan untuk menunjukkan bagaimana cara-cara menuju pabrik kami yang sebenernya gampang banget, tapi oleh sebagian orang masih saja dianggap membingungkan. Tapi wajar aja sih, kan ada juga yag dari luar kota.

Setelah seumur jagung memanggil kandidat, saya menemui berbagai jenis tanggapan atas panggilan saya untuk mengikuti proses seleksi di pabrik saya ini. Dan memang banyak yang sampai sekarang kalau diingat tetep bikin saya ketawa 😀

1. Normal

Pabrik (P): Selamat siang, betul dengan saudara X

Kandidat (K): benar sekali, mohon maaf, dari siapa ya?

P: Kami dari PT X, hendak mengundang anda untuk mengikuti proses seleksi di perusahaan kami pada blablablablabla….

K: kalau boleh tahu, alamat dan kontak yang bisa dihubungi?

P: alamatnya di ………. untuk menuju ke sini ada beberapa cara………. yang disiapkan adalah…. sudah cukup jelas?

K: Sudah cukup jelas. Terima kash atas pemberitahuannya.

P: Baik, kami harap kehadirannya. Selamat siang.

Tipe ini adalah tipe yang menyenangkan, tidak perlu ribet menjelaskan, dan bisa mempersingkat waktu serta biaya telepon. Tipe ini nih yang saya sukai J

2. Tipe Normal – Detail

P: Selamat siang, betul dengan saudara X?

K: Betul sekali, mohon maaf ini dari siapa?

P: kamu dari PT X. Kami hendak mengundang anda untuk proses seleksi di perusahaan kami pada blablablabla

K: Kalau boleh tahu prosesnya apa saja?

P: Prosesnya meliputi psikotes, dan kami jadwalkan untuk interview.

K: Interviewnya sama user atau HRD saja?

P: kami usahakan semuanya untuk dipadatkan.

K: ooo, baik, kalau begitu bagaimaa ke sananya?

P: anda bisa memilih menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi

K: kendaraan umumnya apa?

P: *menjelaskan panjang lebar mengenai step-stepnya*

K: hmmm… kalau menggunakan kendaraan sendiri

P: *menjelaskan prosedurnya*

K: baik, saya ulangi dulu, kalau menggunakan kendaraan umum itu.. *dijelaskan detail* dan kalau menggunakan kendaraan sendiri *ngomong nyerocos*

P: betul sekali, dan nanti yang dibawa adalah *menyebutkan syarat*

K: sebentar saya ulangi *menyebutkan*. Perlu membawa yang asli? Lalu bawa alat tulis apa?

P: *menjelaskan detail* ada pertanyaan lagi?

K: saya kira cukup. Saya konfirmasi sekali *SEMUA apa yang saya instruksikan dikatakan semua lengkap*

P: baik, saya kira sudah jelas, terima kasih selamat siang *menarik nafas lega*

Kandidat seperti ini bagus. Memang detail sih tapi kalau sering-sering ya, adanya tagihan telepon membengkak. Dan rasanya malah saya yang mau tes deh…

3. ABG  rindu eksistensi dan pengakuan

P: *menekan nomer*

K: *terdengar nada sambung* ibu ibu bapak-bapak siapa yang punya anaka bilang aku aku yang kadang malu sama teman-temanku karna Cuma diriku yang tak laku-laku………. ibu-ibu bapak-bapak siapa yang punya anak bilang akuuu……. tekan bintang untuk meninggalkan pesan

P: *tutup telepon* *merasa tersindir*

  • P: *menekan nomer*
  • K: *terdengar nada sambung* kamu dimana dengan siapa semalam berbuat apaaaaa… kamu dimana dengan siapa di sini aku menunggumu dan bertanyaaaa…. kamu dimanaa dengan siapaa semalam berbuat apaaaa…. kamu dimanaaa…dengan siapaaaa… tekan satu untuk meninggalkan pesan
  • P: *tutup telepon* *merasa terintimidasi*

P: *menekan nomer*

K:*terdengar nada sambung* aku bete sama kamuuu aku bete sama kamuuu aku bete bete beteeee…… aku bete sama kamuuu.. aku bete sama kamuuu.. aku bete bete beteeeeeeee….. tututututututututututututut

P:*tutup telepon* *ikutan bete*

  • P:*menekan nomer*
  • K:ingin RBT ini jadi nada sambung kamu? Tekan bintang..  teeeettt toreeeeettt toreeeet toooottt.. trwiwiwit tiiiiiiit *terdengar lagu nuansa waltz*
  • P: *joged-joged balet*
  • K: tutututututututututut
  • P:*tutup telepon* *merasa sebagai penari*

P: *menekan nomer*

K: *terdengar nada sambung* mau dibawaaaa kemanaaaa hubungan kitaaaa.. jika kau terus menunda-nunda dan tak pernah nyatakan cinta…..mau di bawaaa kemanaaa hubungan kitaaa jika kau terus menunda0nunda dan tak pernah nyatakan cinta antara kau dan akuuuuu

P: *tutup telepon* *merasa telah menggantungkan cinta kandidat*

  • P: *menekan nomer*
  • K: *terdengar nada sambung* pernahakah kau merasaaaaaa hatimu hampaaa.. pernahkah kau merasaaaa hatimu kosoooonggg.. pernahkah kau merasaaa hatimu hampaa…. *tutututututututut*
  • P: *menutup telepon* *merasa butuh kasih sayang*

P: *menekan nomer*

K: haloooooh… ni sapa niiiiihhhhh….? *nada bangun tidur*

P: halo, saya dari PT X, betul dengan…..

K: howloooooh,, sapa sih iniiiiii???

P: ya, saya dari PT X, saya hendak…

K: heeeiii, sapa sih looo tinggalin pesen aja deeeeeh,, gue lagi tidur neeeehhh

P: hal…. WHATTTTT???? *menutup telepon* *ternyata nada pribadi* *merasa tertipu luar dalam* *ngulangin lagi karena penasaran*

  • P: *menekan nomer*
  • K: halooooh… telponnya ntar dulu sob, gueee lagi sibuk ngangkatin jemuran. Lo tinggalin pesen aja sob….. piiip……
  • P: *menutup telepon* *ternyata nada pribadi* *ngakak* *ngulangin lagi* *manggil yang lain buat ikut ndengerin*

P: *menekan nomer*

K: halooo… si X lagi ke kamar mandi tuuuuh, gue temenn deketnya X, X itu baik banget deh sama gue

Suka minjemin gue buku, suka….. *terdengar telepon direbut dan ganti suara* heeeiii kalo gue R, temn X juga, jangan percaya deh kalo X itu baik, dia sukanya gangguin anak-anak tuh, suka ngusilin…. *suara berisik dan berganti orang. Ganti suara cewek* menurut gue, X itu cakeeep banget. Banyak deh yang naksir… pokoknya….*terdengar suara berganti lagi* *kresek-kresek* *suara teriak-teriak daaan….. PET!* Tekan bintang untuk meninggalkan pesan…

P: *menutup telepon* *ngakak* *merasa dia punya sahabat yang rela ngrekam suara demi nada pribadi*

  • P:*menekan nomer*
  • K: Halo, siapa nih?
  • P: saya W dari PT X..
  • K: siapa? W? , Siapa tuh, gue nggak kenal…
  • P: iya, saya W dari PT X *ngomongnya mulai agak keras karena dongkol*
  • K: oooh, maaf pak, maaf yaaa,… ya bagaimana pak? Ada kabar apa dari PT X? *menjilat*
  • P: *dongkol* *pengen nglempar pake telepon*

Nah, saya curiga sama tipe-tipe penggemar naada sambung pribadi. Dari sebagian besar mereka, biasanya tidak mengangkat teleponnya. Emang sengaja mau eksis atau gimana sih? Dan perhatikan nada sambung pribadi yang berlagak ngangkat telepon… hmmm…….kreatif sih, tapi rasanya kurang pas deh… dan mungkin mereka memang Cuma mau eksis aja kali ya? yaa.. namanya juga ABG galaw

4.Tipe  kurang memperhatikan

  • P: Halo, betul dengan saudara A? Saya W dari PT X
  • K: siapa pak?
  • P: ya, saya W dari PT X
  • K: maaf pak? Siapa?
  • P: W dari PT X.
  • K: Haaahhh?? W Dari mana??
  • P: dari PT X *mulai dongkol*
  • K: tadi dari pak W ya?
  • P: iyeeeeee *dongkol* *buang waktu*

P:halo, dengan saudara A? Saya D dari PT X. Hendak mengundang anda mengikuti seleksi di perusahaan kami *dijelaskan lengkap*

K: bagaimana saya ke sana?

P: kalau dari terminal anda menggunakan angkot merah jurusan cikande

K: apa? srikandi?

P: CIKANDE

K: SRIKANDI???

P: CIIIIKAAAAANDEEEE *mulai putus asa*

K: ss-s-srikandi?? *masih belum ngeh*

P: CI-KAN-DE

K:oooo.. cikandeeee.. ya…yaa

P: *dongkol setengah mati* (cerita dari seorang kolega)

  • P: saya dari PT X hendak mengundang anda ke perusahaan kami. Nanti bertemu dengan ibu Dewi ya.
  • K: baik Pak. Sudah cukup jelas.
  • Pada hari tes….
  • K: selamat pagi pak, saya kemarin dapat panggilan tes dari ibu DIDIT
  • P: ibu didit?
  • K: iya pak, kemarin saya diminta ibu didit untuk kesini
  • P: ibu dewi mungkin
  • K: ya mungkin, tapi saya mendengarnya ibu didit
  • K:*merasa prihatin* *jauh banget salahnya* baiklah, anda ikut saya untuk bertemu ibu dewi….

P: baik, anda kami undang untuk datang hari senin besok ya. karena hari sabtu, kami libur.

K: baik pak, sudah sangat jelas.

Pada hari sabtu besoknya…..

Satpam: Bu D, ada yang nyariin ibu

P: haah, siapa pak?

S: katanya mau tes bu

P: haaaaah?? Kok bisaaa???? Ini kan hari libur??

Dan usut punya usut, itu kandidat hanya mendengarkan kata “besok” bukan kata “senin”

  • Di hari jadwal tes, setelah psikotes selesai…
  • P: baik untuk saudara, karena kesibukan dari user, untuk wawancaranya akan kami jadwalkan lagi.
  • K: baik Bu…
  • Esok harinya, orang itu datang lagi……
  • P: ada yang bisa dibantu?
  • K: saya interviewnya kapan ya?
  • P: loh, saudara ini yang kemarin ya? kan saya sudah bilang, nanti kalau sudah bertemu jadwal yang sesuai dengan usernya akan kami kabari…
  • K: jadi bukan sekarang ya….?
  • P: bukan sekarang…. *nangis darah*

Ya, kesalahan penangkapan dan ketidakterusterangan daalam mengungkapakan ketidakjelasan itu sangat merugikan baik untuk pihak perusahaan maupun kandidat, makanya diperhatikan bener-bener ya…

5. Tipe heboh

P: Halo, betul dengan H?

K: ooh, maaf, ini dari siapa pak?

P: saya W dari PT X hendak mengundang H untuk mengikuti seleksi di perusahaan kami

K: OOOOOOOOHHH, iya Pak, saya A, ibunya H.. aduuuuh.. Pak, ada apa, gimana pak?

P: bisa saya bicara dengan H, bu?

K: OOOH, aduh, gimana ya, H, tadi katanya keluar, sebentar pak saya carikan *panik teriak-teriak di telepon*

*terdengar suara orang lari-lari sambil teriak-teriak. Ternyata si ibu mencari anaknya sambil lari ke sana-sini, berteriak mencari anaknya, bertanya pada tetangganya, kakaknya, bahkan siapa saja*

K: sabar ya paaak, sebentar ya pak.. saya masih cari, sebentar pak *masih berteriak sambil ngos-ngosan*

P: eh, bu, bisa tolong disampa…..

K: H, dimana sih anaknyaaa??? *masih mencari* *lari membawa HP sambil teriak-teriak* *akhirnya anaknya datang*

H: iya pak, saya H, bagaimana?

Akhirnya saya menjelaskan bahwa H mendapat panggilan tes di PT saya. Dan dia terlihat sangat antusias. Sementara itu, dari telepon saya mendengar bapak-ibu H berteriak mengucap syukur karena anaknya mulai bisa masuk tes. Bahkan akhirnya sang ibu berteriak-teriak ke semua anggota keluarganya kalau H masuk seleksi administrasi. Hmm.. dari seberang telepon saya bisa merasakan betapa bahagianya seseorang yang masuk tes administrasi untuk mengikuti psikotes J saya ikut terharu waktu itu..

6. Tipe lain-lain

Tipe lain-lain di sini mengacu pada orang-orang absurd yang saya sendiri bingung mendefinisikan mereka untuk masuk ke golongan mana.

Waktu itu masih jam 8 kurang sedikit. Saya sih, sebagai warga karyawan yang baik, sudah duduk manis di meja saya sambil bersiap membereskan banyak hal. Dan muncullah parter saya dewi yang baru datang dan duduk di cubicle depan saya. Tepat ketika dia duduk, telepon di depanya berbunyi. Kami hanya saling berpandangan dengan pikiran sama:pasti kandidat yang telepon

P: halo selamat pagi

K: TERUS GIMANA? *tanya tanpa tedeng aling-aling*

P: *agak kaget* gimana apanya?

K: ya kelanjutannya, saya gimana?

P: apanya yang gimana? *makin dongkol*

K: kelanjutannya gimana bu?

P: maaf ya, kami di sni menerima telepon bukan hanya anda, tetapi banyak sekali teklepon. Sebutkan nama anda terlebih dahulu dong…

K: oh, maaf, baik bu, saya H. Terus saya GIMANA?

P: *dongkol*

Akhirnya telepon diahlihkan ke saya yang masih senyam-senyum mau ngakak. Dan memang sudah dapat dipastikan itu kandidat saya hehehehe…

Kejadian kedua dialami oleh partner saya yang heboh itu juga. Kebetulan saya mendapat ceritanya saja. Waktu itu kejadiannya sama, pagi hari

P: halo selamat pagi, dengan PT X di sini

K: pagi bu, saya dengan H

P: oh ya, gimana pak?

K: OH, ALHAMDULILLAH SAYA BAIK-BAIK SAJA……

P: *kaget* *setengah mati tahan ketawa* maksudnya, ada keperluan apa?

K: oh, saya mau menanyakan kelanjutan proses saya..

Hualah, siapa yang nanya kabarnya situuuuuuuuu???????

Memang manggil orang dengan berbagai macam latar belakang itu memang seru dan unik. Bukan saya merendahkan atau mengejek kandidat. Sekali lagi saya menganggap semua itu adalah keunikan masing-masing individu. Dan untuk kami para rekruter, selain bisa memberikan gambaran terhadap calon kandidat, kami juga bisa ketawa-ketiwi di tengah padatanya rutinitas J

Posted in Nyata di kala kerja, Uncategorized | Tagged , , , , , | 10 Comments

Di Balik Karyawan Outsourcing

Selama saya bekerja di pabrik nun jauh disana itu, tugas utama saya adalah menjadi seorang rekruiter, mulai dari milih-milihin CV sampai masukin orang jadi karyawan. Biasanya sih saya paling banyak handle level SMA-SMK. Sisanya ya biasanya D3 ke atas. Ternyata, selain karyawan tetap, pabrik kami juga bekerjasama dengan koperasi yang menyalurkan tenaga kerja dengan cara outsourcing. Sebenernya yang menghandle karywan outsourcing itu koperasi yang bekerja sama dengan pabrik kami. Jadi kalau karyawan otourcing itu ya yang cari CV sampe proses masuknya itu dipegang oleh koperasi. Walaupun begitu, kami sebagai HRD yang menjembatani antara pabrik

dan koperasi juga memiliki tugas untuk memberikan surat pernyataan bahwa mereja masuk ke pabrik kami tanpa dipungut biaya sedikitpun. Tugas ini dulunya dihandle sama rekan kerja saya. Tetapi, akhirnya saya ikut turun tangan deh ke situ.

Sumber karyawan Outsource kami memang rata-rata adalah penduduk yang berada di sekitar pabrik. Jadi ceritanya nih sebenernya outsourcing ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap penduduk sekitar pabrik. Jangan dibayangin kalau kebayakan dari mereka itu lulusan SMK ke atas. Paling mentok juga SMP, bahkan SD, atau paling parah adalah tidak mengenyam pendidikan di sekolah. Umurnya bukan juga kayak abegeh gaul atau mas-mbak baru lulus S1 gitu. Kebanyakan dari mereka sudah berumur 25an keatas. bahkan ada yang udah emak-emak gitu deh. ya wajar aja sih, tugas mreka kan nggak begitu berat. Paling Cuma bantuin hal-hal kecil yang remeh-temeh dan gak perlu tanggungjawab yang besar banget. Jadi sekalian ngirit biaya, sekalian memanfaatkan tenaga sekitar deh.

Awalnya dulu saya sebagai anak culun di kantor kan nggak ngeh juga kalau ada tenaga outsourcing diluar tenaga yang saya rekrut. Lagian biasanya yang menghandle juga teman kerja saya Pak Luki, yang sudah lebih dahulu masuk daripada saya. Dasar sayanya kepo saya kepengen banget tahu apa sih yang dilakukan HRD di koperasi sana. Berjalanlah kami ke koperasi yang berada di depan lingkungan pabrik kami.

Masuk di sana sudah ada petugas dari koperasi yang menyambut. Suasana sih dominan bau rokok. Ya maklum, letaknya yang di luar pabrik memungkinkan orang-orag ngerokok di situ. akhirnya pak mail menyuruh saya dan pak luki untuk masuk langsung ke “ruang briefing”

Sudah ada sekitar 20 orang yang akan di beri pengarahan. Pada dasarnya tugas kami sebagai HRD mah Cuma memastikan sambil memberitahu dengan nada sedikit “mengancam” bahwa yang ketahuan pake suap-suapan duit buat masuk ke perusahaan kami akan dipecat dan orang yang terima suap sih juga ikut kena sangsi. Rata-rata sih cukup nurut-nurut ya. tapi sebagian dari mereka disuruh buat ngisi data diri aja masih kagok. Lah mosok kadang namanya sendiri lupa. Belom lagi nulis namanya aja masih salah lho ya. plis deh….ya maklum lah ya, pengetahuan mereka udah lama ga dipake jadi kagok juga. Tapi tingkahnya sebenernya lucu loh, pake sikut-sikutan kayak anak SD, malu-malu kalau mau tanya, trus pinjem-pinjeman bolpen, yang pinter ngajarin yang nggak bisa, saling menyoraki kalau ada yang nggak bisa ngisi. Tapi menurut saya itu sangat “jujur” dan sangat unik .

Nah, meski harus berpanas-panasan keluar dari ruangan ac untuk datang ke koperasi sebagai HRD, rasanya saya sih lebih senang deh. rasanya ruangan itu lebih “jujur” daripada di office yang sudah penuh dengan politik dan topeng. Apalagi kalau saya lagi bosan interview dengan kandidat-kandidat saya yang ajaib, saya minta sama pak Luki untuk jalan ke koperasi. Awalnya sih takut-takut. Tapi lama-lama biasa juga dan sangat menyenangkan. Justru saya banyak menemukan hal yang unik di sana.

Kali pertama saya datang, saya sih mengamati kalau kebanyakan dari mereka itu adalah wanita. Kenapa wanita? Karena tugas mereka yang dianggap remeh-temeh jadi dipikir tidak perlu tenaga yang luar biasa. Tapi oh waw, rasanya ya, kadang kalo melihat mereka datang, dandanannya itu looooh, nggak nguatin banget. Dari yang gaol abis sampe yag biasa banget. Pake lipstik lah, bedaknya kesana-kesini lah, hmmm… kelihatannya sih mau menunjukkan kesan yang baik. Tapi malah jadi aneh J buka kursus berpakaian yang baik keliatannya bisa laris nih di sana.

Kejadian yang sering terjadi lagi adalah mereka itu nggak bawa KTP atau bahkan nggak punya KTP. Halooooo… ini 2011 loh yaaa.. bahkan saya sampe berasa mirip perpanjangan pak Camat dengan mengingatkan bahwa kalao nggak bawa KTP tu resikonya bisa digaruk, bisa dikira teroris dsb.. tapi mereka mah Cuma ngangguk-ngangguk aja. Dan ya tetep aja ada tuh yang gak bawa KTP…. haduh… selain KTP mereka seringkali tidak bawa alat tulis. Nah lo.. gimaa bisa mau nglamar kerjaan samasekali gak bawa alat tulis. Pernah suatu kali handle 20 orang tapi yang bawa alat tulis Cuma sebagian. Huah, jadi lama banget. Terpaksa deh kasih wejangan buat lain kali bawa alat tulis. Kayak kasih wejagan ke anak SD 😀

Hal lain yag menjadi keprihatinan saya adalah, mereka itu kan paling nggak lulusan SMP lah ya. kok ya teteeeeep aja ada yang nggak bisa nulis.. sedih sekaligus geregetan. Di jaman yang serba canggih ini tetep aja ada yang nggak bisa nulis. Bahkan ada yang nulis huruf “E” malah jadi cerminannya. Nah lo.. bayangin gak, usianya sekitar 30-50, emak-emak, bapak-bapak, udah punya anak, tapi nggak bisa nulis. La iki piye jal, mash ada tampaknya orang yang buta huruf…. padahal ini di kota yang cukup maju loh ya.. belom lagi kalo mereka disuruh menulis siapa yang bawa mereka atau yang merekrut mereka, kadang mereka nggak tau siapa yang nyuruh mereka ke situ. lah iki piye yo yaaa.. wong ada tawaran kerja tapi kok nggak tahu siapa yang nawarin… bahkan meskipun yang nawarin mereka adalah keluarga, mereka nggak tahu namanya siapa. Kadang nuliasnya Cuma; paman, bibi, pak lurah, pak RT, wedeew….. la kadang yang jadi dilema adalah orang-orang tipe ini. Terkadang mereka menuntut untuk dinaikkandari sekedar outsourcing jadi karyawan tetap. Tapi ya gimana, orag membaca saja sulit. Salah-salah nanti masuk ke pulper atau gosong kena steamer kan malah repot….

Terkadang juga karena saking lugunya, saya berasa berhadapan dengan anak SD yang sudah tuwir. Bukan saya meledek atau bagaimana, tapi memang itulah adanya. Saya merasa berubah menjadi pak guru SD yang sedang menerangkan mengenai tata bahasa Indonesia kepada anak yang baru belajar membaca.. dan kata teman saya sih nada bicara saya bahkan sampai mirip kayak guru SD hehehe… satu hal yang unik terjadi di salah satu sesi briefing

“baik bapak dan ibu, saya di sini mau membantu bapak dan ibu untuk memahami peryataan yag ada di depan bapak dan ibu. Sudah siap ya tolong disimak”

“baik pak” jawab mereka kayak koor.

“baik sekarang disimak dan dibaca bersama”

Lalu tiba-tiba seperti dikomando seisi ruangan membaca dengan keras:

“dengan ini kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa 1…”

“eh, Stop bapak, ibu, maksud saya dibaca dalam hati saja ya. nggak perlu diucapkan” ujar saya kaget

“oooo.. dalam hati” “tu kan saya tadi juga bilang dalam hati” “iya nih ada yang nggak paham””kamu sih, aku jadi ikut-ikutan deh”

Haduh, mereka jadi salah-salahan sendiri. Dan saya malah geli. Ya nggak salah juga sih tadi saya Cuma bilang : dibaca, Cuma kurang kata-kata “dalam hati” aja jadi kisruh hehehe..

Anyway, tetep aja sih saya acung jempol buat mereka. meskipun mereka sudah tua dan tidak berpendidikan tinggi, mereka tetep memiliki kemauan untuk kerja. Tidak berpangku tangan, dan tidak mau menyusahkan anak mereka. meskipun mereka harus kerja shidt san hingga tengah malam, tampaknya mereka tetap ikhlas dalam menjalani apa yang mereka pilih. Salut J

Posted in Nyata di kala kerja, Uncategorized | Tagged , , | 1 Comment

Anak PKL : Bikin Tambah Seru

Saya pernah bekerja di suatu pabrik dimana  jumlah karyawan prianya lebih banyak daripada karyawan wanitanya. Bayangin aja, dengan karyawan yang hampir mencapai 6000 orang, wanitanya nggak sampai 10 persennya. Paling 5 persen juga udah mentok. Kalau saya sih masih mending ya di office yang masih ada wanitanya. La kalo sebagian besar yang berada di dalam mill, kebanyakan pria dan wanita adalah barang langka di sana. Homogen banget pokoknya J

Meski saya berada di dalam gedung putih yang megah dan dingin, wanitanya sih tetep lebih sedikit daripada pria. Sejauh mata memandang ya sebagian besar isinya pria. Makanya kalau ada anak PKL yang lagi kerja praktek di office biasanya sih langsung keliatan orang wanitanya bisa dihitung. Tapi ya, selama saya bekerja seumur jagung disana, kok ya kebetulan saya bisa ketemu sama anak PKL yang unik dan cantik-catik hehehehe…. sebenernya enggak saya aja yang berpikiran gitu, kebanyakan teman-teman saya yang pria juga seneng kok kalau ada temen-temen PKL soalnya selain baik mereka juga memberikan nuansa baru meski Cuma 1 bulanan J

PKL di sni tugasnya disesuaikan dengan keahlian mereka. Kalo bagian akuntansi ya di akuntansi. Kebanyakan mendampingi saya sih bagian administrasi perkantoran. Tugasnya adalah merapikan apa yang saya bikin berantakan hehehe…

Yang pertama adalah pasangan cewek namanya S dan cowok namanya D. Mereka berdua partner saya juga. Selain bantuin perpus, mereka juga tanggap kok kalau saya minta tolong. Dan parahnya S (yang imut banget) sama D itu latahnya luar biasa parahnya. Walaaah, kalau sore habis rekrut, saya masih betah di atas buat nggangguin mereka. Bahkan si S pun latahnya bisa sambil gerak, joged, lari, bahkan saya minta buat mukulin orang yang ada di situ. jahil sih saya, tapi gatel banget sih hehehee…

S ini emang imut banget deh. bener imut, makanya entah saya yang sok mengamati atau gimana, perpustakaan jadi penuh orang lapangan deh waktu S jadi PKL hehehe…. saya pikir biasa aja yah mereka kalau mau ketemu, tapi nggombalin di depan orang banyak baru pertama kali saya lihat. Suatu ketika ada training di ruangan samping perpustakaan. Nah, kebanyakan dari mereka kan orang lapangan, waktu itu saya lagi di perpus dan ada S juga. Lalu datang seorang karyawan lapangan yang mendekati S sambil bawa buku. Karywanannya sih masih muda juga. Paling seumuran saya.

“dik, majalahnya ini kok nggak ada tanda peminjamannya”

“coba pak saya lihatnya…. oh, ini majalah baru pak, belum ada tanda daftar peminjam.”

“oo.. jadi belum ada ya? Tapi kalau nomer hapenya ada kan?”

*NGEEEEEEEEK*

Mending ya kalau itu gombalan ngomongnya pelan-pelan dan pas lagi sepi. Lha ini, tau perupstakaan lagi rame banget, mana kenceng banget deh nanyanya. Semua lagsung dong nengok ke mereka. Saya mah ngekek aja deh di deket situ hehehe..

S nambahin lagi “ah, bapak, enggak usah lah pak, buat apa nomer hape” keliatan deh kalau dia malu banget

“jadi nggak ada nomer hape?” si mas ni tetep keukeuh. Dan akhirnya sih si masnya harus segera keluar dan tidak dikasih nomer hae sama S. Terus S bilang sama saya kalau dia malu banget. Yaiyalah, gimana nggak malu, di depan orang rame banget gitu loh 😀

Nah, gak berselang lama, saya masih berkutat di perpustakaan. Nah si mas ini dateng lagi sambil baca buku. Saya sih senggol-senggol S aja sambil senyam senyum. S sih Cuma senyum miris. “dia nggak tanya nomer hapemu S?” “enggak kok pak. Dari tadi Cuma baca aja di situ” . nah, akhirnya tuh si mas pergi juga tanpa ngomong apa-apa. Saya pikir sih udah biasa aja. Ternyata si mas balik lagi. S pun tanya

“ada yang ketinggalan pak?”

“iya, ada yag ketinggalan nih”

“apa pak?”

“anu, nomer hapemu belum aku tulis”

Jiaaaaaaahhhhh… masih menggombal aja tuh dia buset daaaah, sempet ya jauh-jauh dari lapangan Cuma buat ngegombal. Dan akhirnya entah gimana, si mas pun dapet nomer hapenya S. Dan seperti yang sudah diduga, si mas ini SMS S mulu deh, ngajakin pulang bareng, makan sang bareng, njemput sampe nganter ke office. Padahal dia karyawan shift loh. Tapi ya sempat-sempatnya gitu loh buat caper. Buset dah gerilyanya agresif banget deh. gombalnya juga tingkat dewa lah, saya mah masih ngakak-ngakak aja kalo inget kejadian itu. Tapi emang S sendiri bisa jaga diri karena juga udah punya pacar, akhirnya ya sebatas itu saja dan hubungannya nggak berlanjut.

Kalo D sendiri sih juga punya ciri khas. Anak gaoooool banget deh.. gaol tipe yang mana dulu tapi nih. yaaa model poni dilempar sana-sini itu hehehe.. awalnya sih dia biasa aja yah, tapi akhirnya ketahuan kalau dia itu juga latah. Dan entah kenapa latahnya selalu khas. Kalau dia latah itu selalu teriak “MATANYA” atau “MATANYA GEDHE” atau “EH COPOT MATANYA”. Gak tau deh yang dibayangin apa. Mau dilatahin apaaaa aja yang keluar ya tiga kata-kata itu hehehe…

Setelah satu bulan, akhirnya pasangan latah itu diganti dengan pasangan baru. Yang cowok Y dan yang cewek namanya A. Nah, kalo Y itu biasa aja. Dia juga cakap. Tapi kalo A ini wah latahnya sudah sampai ke level dewi deh.. latah gilaaaaaaa…. tapi sejauh saya kerjasama sama Y dan A ya baik-baik aja.

A ini kalau dilihat orangnya ya kayak cici paramida gitu lah. Tapi ini latahnya naujubile luarbiasanya kemana-mana. Dan anaknya sih asik juga. Suka curhat juga dia hehehe..kalau diliat lucu juga sih, PKLnya curhat sama karyawan. Tapi kalau saya sih malah seneng soalnya berarti kan udah dianggap temen. Dia ini paling demen kalau diminta cari kertas bekas buat coret-coret. Gak tau kenapa gitu. Dan dia bener-bener terampil kalau disuruh kerja meski mulutnya gak bisa diem hehehe…

Y lebih sering membantu di bawah buat urusan sortir dan filing. Sampe sekarang sih bahkan saya sama Y masih sering kontak sekedar untuk menyapa saja. Kalao A ini kerjaannya di atas bantuin saya filing di atas. Ya tetep sih saya suka nggangguin dia hehehe… tapi paling paling paling parah adalah ketika makan siang. Serombongan teman A ini kan naik ke atas dan ngobrol bareng, dan ternyata,5  orag itu latah semua. Aduhm bisa sakit perut deh saya kalo entah nggak sengaja ada sendok jatuh, terus yang latah gantian hehehe…

Yang saya ingat selain Y sama A ada juga H. Dia PKL yang juga bertugas di lantai satu dan tugasnya termasuk bantuin saya fotokopi dan sebagainya. Orangnya sih sopan dan pendiam. Tapi begitu akhir-akhir PKLnya ketahuan deh dia latah. Walah, saya tuh paling gatel liat H kalau lagi kaget. Tapi yang jelas saya tetep beradab loh ngusilinnya. Gak setiap saat juga sih saya ngagetin atau nglatahin dia. Lagian dia akhir saya juga minta maap kok kalau ada salah-salah. Dan untungnya sih dia nggak marah. Dan ciri khas H ini adalah latahnyanunjuk-nunjuk. Bawaan orok kali ya?

Pada akhir tugas Y, H dan A, kami sempat berfoto bareng. Fotonya sih awalnya diem-diem aja. Tapi karena ada satu pose yang bikin kami ngakak, akhirnya kami ketawa dan disemprot sama boss kami soalnya berisik dan mungkin menganggu dia yang lagi sibuk kerja. Padahal udah bubar jam kantor loh. Bete banget lah….

Nah kalau pasangan yang terakhir selama saya bekerja di sana adalah F dan A. Menurut saya sendiri sih< F itu orangnya kayak zaskia mecca gitu lah. Pokoknya bener-bener keliatan aliiim banget kemana-mana. Waktu awal-awal kenalan sih dulu kejadiannya agak aneh juga. Waktu itu saya bawa setumpuk berkas. Dan waktu itu dikenalin sama pak Hasyim, salah satu kolega saya.

“pak, ini ada anak PKL baru”

Saya pun menengok dan hmm.. memang cantik sekali.

“oh, PKL baru y a”

“iya pak, saya F”

Dan tanpa disadari, begitu dia ngomong itu, setumpuk berkas di tangan saya langsung jatuh gitu aja. Sinetron banget lah ya. Tapi saya sih masih beranggapan bahwa saya Cuma kurang kuat megangnya. Tapi kalau kata anak-anak saya sih grogi gimana gitu deh. Nuge yang liat sukanya ngungkit-ngungkit mulu kejadian itu, hehehehee.. dan gak tau kenapa, memang keliatannya paling sejuk ya si F ini. Soalnya banyak banget yang negfans sama dia. Temen-temen satu bagian aja yang rebutan dia banyak banget ahahahaha.. Cuma mereka nggak mau pada ngaku sih. Tau-tau aja nyimpen fotonya. Kalau si F ini lagi ke bawah dimintai apa gitu, udah deh, semuanya liatin diaaa terus. Maklum, agak-agak kering sih di mill hehehe…

Satunya lagi si A. Dia ini agak tomboy gitu anaknya. Dan dia paling suka kalo perpus lagi kosong, dia muter lagu “bete” dari hapenya. Semacam dangdut koplo gitu. Yang nyanyi namanya lolita. Dan sampai sekarang masih aja kebayang di kepala deh lagu itu saking seringnya dia muter (yaiya, orang di hapenya Cuma ada satu lagu itu). So far, kejadian yang paling mengejutkan ketika sama A ini adalah ketika saya dan nuge belajar grafologi. Ya Cuma buat iseng deh. nah, sambil belajar, kita berusaha cari mangsa gitu. Dan korbannya adalah A. Dia diminta untuk menuliskan 10 baris kalimat di kertas putih. Nah selama nulis, saya dan nuge asik ngobrol dan tidak memeperhatikan A.

“sudah selesai?” kataku. A Cuma mengangguk dan kemudian menangis. Bener-bener menangis. Saya dan nuge kagetnya setengah mati. “aduh bisa dicincang Pak hasyim nih bikin nangis anak orang” akhirnya dia masuk keruang baca yang tertutup dan kami meminta F untuk menemani. Kami pun membaca apa yang A tulis. Ternyata itu berisi curahan hatinya. Curahan kerinduannya. Sedih juga sih, tapi tetep aja dianalisis heheehhe…

Meski banyak yang aneh-aneh, ternyata saya masih nyambung tu kalau ngobrol sama mereka. dan sejauh saya bekerja sama mereka, mereka enjoy kok, dan memposisikan saya sebagai teman mereka. apa karena mental saya yang setara sama anak SMA ya? mereka punya beberapa kesamaan, kalau pulang selalu salaman sama saya (dan kolega yang ada di situ) sambil cium tangan . duh, sopan banget. Berasa saya jadi kayak guru mereka. dan hebatnya mereka semua punya satu kesamaan yaitu bisa hapal kebiasaan saya kalau ke atas selalu bawa charger dan juga botol minum tupperware Hehehe.. yah,semoga mereka juga sukses dengan kehidupan mereka. yang jelas, para PKL ini mebuat hidup di kantor jadi lebih ramai J

Posted in Nyata di kala kerja, Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Becak-Becakan

Salah satu transportasi tradisional yang banyak diminati wisatawan adalah becak. Sebuah kendaraan beroda tiga yang kebanyakan digerakkan oleh tenaga manusia. Banyak negara yang masih memiliki becak seperti Cina, Jepang, dan juga pastinya Indonesia. Di Indonesia sendiri banyak sekali jenis becak yang berkeliaran di jalanan. Mulai dari becak beroda tiga yang dikayuh manusia seperti yang banyak terdapat di pulau jawa, hingga becak bermotor yang banyak digunakan di sumatra. Mungkin Cuma papua aja kali ya yang nggak ada becak. Bisa pingsan tuh si abang naik turun bukit ngayuh becak hehehe…

Saya yang tinggal di jogja jelas tidak asing lagi sama yang namanya becak. Hampir tiap hari saya melihat becak berkeliaran ke sana kemari. Ciri khas becak jogja tuh biasanya di samping kanan-kiri body becak ada lukisan-lukisan atau tulisannya. Dan setahu saya, becak juga punya nomor kendaraan sendiri loh. Jadi nggak sembarangan becak itu boleh jalan. Memang saking seringnya saya naik becak, rasa-rasanya makin lama naik becak ya kayak naik kendaraan biasa aja. Sensasi bombastisnya udah ilang. Meski udah biasa aja, bukan berarti saya nggak pernah dapat pengalaman ajaib pas naik becak loh.  Dan pengalaman-pengalaman itu yang bikin saya senyam-senyum kalau keinget.

Saya dan sohib mem-becak saya Irfan, adalah pelanggan setia becak ketika sekolah SD dari kelas 1 sampai kelas 5. Tukang becaknya pun sudah berganti ganti karena banyak nggak cocoknya. Awalnya dulu namanya Pak Iran. Ini orang kalau saya inget mah sukanya bercanda. Cuma kalau jemput tuh kadang nggak ontime gitu deh. dan alasannya macem-macem banget. Seteah 2 tahun pun diganti pak slamet. Yang ini mah setali tiga uang. Heran deh kenapa selalu dapet tukang becak langganan yang selalu ngaret. Dan puncaknya adalah ketika pak slamet diganti dengan pak untung. Yak, naudzubileeeee.. kalau pulang jam 11 dijemputnya jam 1 coba. Soalnya tu bapak katanya nggak ngerti jam dan memang nggak punya jam. Jiaaah.. mana dulu hp belum musim pula. Jadinya ya kalau pulang terpaksa nunggun tu bapak jemput. Dan yang paling terakhir yang menurut saya adalah paling bener namanya pak ratman. Orangnya pendiem dan nurut banget sama kami. Kalau dipikir-pikir dulu kami sadis banget deh berdua. Kalau pulang nggak langsung pulang tapi minta muter-muter dulu kemanaaaa gitu baru pulang. Dan tu abang nurut aja tuh. Soalnya saya cerewet dari dulu kali ya hehehe…

Pengalaman-pengalaman aneh yang paling banyak memang dialami bareng pak ratman ini. Yang pertama saya ingat adalah ketika becaknya ditabrak motor yang kepleset oli. Waktu itu kebetulan Irfan lagi nggak masuk dan saya pulang sendirian. Lagi sante-sante naik becak la kok dari jauh terlihat ada motor yang meluncur gara-gara kepleset oli. Dagdigdug.. saya Cuma specchless liat itu motor dan akhirnya pasrah menabrak becak saya dari samping. Ya nggak apa-apa juga sih, tapi karena saya masih kecil ya bingung juga pada berkerumun ke pak becak dan itu yang punya motor. Untung aja nggak apa-apa.

Nah kali kedua adalah ketika saya sama irfan pulang bareng. Namanya anak-anak, kami suka dong berkesperimen duduk di pijakan kaki becak sambil ongkang-ongkang kaki. Nah, ketika sudah dekat rumah saya, di depan penjual es jus yang sangat terkenal dan sangat ramai, terjadilah kejadian memalukan itu. Di jalan yang sempit itu, tiba-tiba ada mobil yang menyalip motor dari depan secara mendadak. Pak ratman kaget dong. Dan mendadak kehilangan kendali atas becaknya dan akhirnya tu becak sukses nabrak tiang telepon dan langsung nyungsep…. untungnya saya dan irfan udah lompat aja. Cuma karena namanya juga anak SD ya, bawa makan, minum, tas yang isinya banyak sehingga suaranya berisiiiik banget. Wuuuh, semua orang langsung merubung kami terutama saya dan irfan sambil tanya-tanya khawatir. Tapi alhamdulillah kami masih selamat-selamat aja. Cuma malunyaaaaaaa tak tertahankan. Dan selama sebulan saya absen deh jajan ke es jus langganan saya itu. Masih malu banget hehehehe…

Pengalaman terakhir saya naik becak di jogja (serius, benar-benar terakhir) adalah ketika saya SMP. Waktu itu badan saya udah mulai melar. Biasanya sih SMP saya naik sepeda. Tapi karena sesuatu saya terpaksa pulang pake becak. Awalnya sih lancar-lancar aja. Nah, tau-tau sampe di polisi tidur depan komplek tau-tau tu roda becak bengkok sebelah. Waaah.. katanya sih gara-gara keberatan muatan. Tapi saya sih ngeyelnya karena udah nggak bagus. Masak gara-gara badan saya tu becak bisa bengkok satu rodaya?? Yaudah deh, saya bayar lalu saya tinggal jalan hehehe.. dan sejak saat itu saya belom pernah naik becak lagi di Jogja.

Kalau pengalaman saya naik becak di kota lain sih Cuma beberapa. Yang saya inget adalah ketika di Subang pas saya SD. Menurut saya, sampai saat ini, becak paling sempit kursinya itu di Subang. Saya waktu itu sama bapak naik becak berdua aja rasanya sempiiiiiiit bangte. Padahal saya masih kurus banget. Beneran kurus. Nggak kayak sekarang yang bodinya lebih besar dari becaknya. Tapi tetep aja saya merasa becak Subang itu paling Kecil.

Becak yang juga ajaib juga saya temui di derah bergunung seperti magelang dan bandung. Waktu itu depan rumah kakek saya di magelang adalah jalan yang menanjak. Walnya sih landai. Tapi ketika mau memasuki jalan besar, penumpang harus turun karena nggak ada tukang becak yang sanggup kalau harus mengayuh atau mendorong membawa penumpang. Jadinya ya kalau sudah sampai ujung jalan, kamu turun bahkan kadang membantu tu tukang becak ndorong becaknya hehehe..

Kalau di bandung saya juga mengalami becak yang menggeinding bebas. Waktu itu saya, tante saya, dan sepupu saya Fitri mau beli batagor di depan komplek. Saya dan tante duduk, sedangkan fitri dipangku tante dengan posisi agak setengah menunduk dan melongok keluar. Sepanjang jalan sih akang becaknya banyak ngak ngek ngok ngobrol sama tante saya pake bahasa sunda. Saya dan fitri mah asik menikmati becak yang meluncur di jalan yang lebar dan mulus. Nggak taunya, tiba-tiba dari gang, muncul becak juga. Walaaaah, itu akang sama tante saya dah teriak-teriak pake bahasa sunda tapi tampaknya tidak mampu menghentiknan laju becak. Dan akhirnya becak kami dengan suksesnya mencium pantat becak di depannya. Selain becak kami, nyariiis aja fitri ikutan nyium tu pantat becak, untungnya tante saya megangnya kuat. Yah,sekali lagi kami nggak apa-apa. Cuma sih ya terpaksa nungguin ketoprak ala sunda dulu deh di pinggir jalan sambil dagdigdug gara-gara masih stress akibat tabrakan tadi.

Pengalaman terakhir saya naik becak di luar kota adalah di kota kantor (ummm… pabrik deh) saya. Waktu itu saya berangkat ke sana pas hari terakhir arus balik sehingga sampe di daerah kantor saya sudah jam 11an siang. Biasanya, turun dari bus, saya pake ojek. Tapi entah kenapa siang itu nggak ada ojek sama sekali. Dan karena bawaannya banyak, saya memilih becak. Lagian saya bawa banyak barang jadi bisa sekali angkut. Pas tu abang becak mau nutup atap becaknya saya bilang nggak usah aja. Soalnya deket dan awan lagi menutup matahari. Akhirnya saya pun beragkat menuju kantor saya. Nah, ternyata tu bapak ngayuhnya pelan banget. Dan muncullah matahari dengan teriknya. Buseeeeeetttt daaaaah… panasnyaaaaa… belom lagi saya mengamati bayak banget orang di warung pinggir jalan yang liatin saya sambil tertawa. Matek lah sudah. Aneh kali ya, panasnya gitu bawa barang banyak, jalannya pelan, nggak pake atap. Dikira bule kesasar kali ya ahahaha… and the worst is, ketika saya sampai di gerbang utama kantor (oke, pabrik deh) saya, saya diturunin pas di depan pintu gerbang dan itu pas pergantian shift karyawan! Malunyaaaaaaaaaaaaa… mana rame banget,… orang liat saya aneh banget kali ya, gendut, item, bawa banyak barang, dan rela panas-panasan dikota yang terkenal panas itu. Haduh, bener kalo saat itu saya bisa ngilang, ngilang bener deh saya……

Ya meski sekarang saya hampir tidak pernah naik becak lagi karena badan saya sudah segedhe becak (kasihan abangnya) dan saking biasanya tapi saya tetep seneng loh kalau dibayarin naik becak. Tapi sekarang kalau saya naik becak juga milih-milih abang becak yang belom terlalu tua dan kelihatannya kuat. Bayangan saya kalo kuat tuh bisa siap dan sigap kalo ada kejadian yag aneh-aneh sama becak saya. Dan saya sih berharap becak tetep ada terutama di daerah daerah. Selain khas, juga bebas polusi

Catetan : setelah saya bikin tulisan ini, saya malah terpaksa naik becak di Gresik. Becaknya kecil, penutupnya pun rendah sehingga saya terpaksa nunduk. Selain itu, penutup kepalaya bener-bener kecil, alhasil kaki saya kepanasan dan akhirnya keliatan belangnya. Tau sendiri deh Gresik panasnya kayak gitu….

Posted in Jalan-Jalan, Uncategorized | Tagged , , | 1 Comment

Melintir Gara-Gara Bahasa Inggris

Bahasa Inggris memang sudah menjadi bahsa Internasional. Jelek-jelek gini saya masih paham lah kalo diajak ngomong pake bahasa inggris meskipun belepotan. Pokoknya yang penting kan sama-sama paham. Tidak hanya dalam percakapan sehari-hari, bahsasa inggris kerapkali dijadikan salah satu materi untuk tes seleksi. Mulai bahasa inggris yang paling sederhana hingga bahasa inggris yang sekelas toefl. Saya ya pernah mengalami tes bahasa inggris da mengetes menggunakan bahasa Inggris. Dan menurut saya banyak hal menarik yang saya temukan ketika mengetes menggunakan bahasa inggris.

Catet ya, saya baru menyadari bahwa pelajaran bahasa inggris belum merata di seluruh rakyat indonesia. Tapi wajar aja sih, orang belom semuanya melek bahasa indonesia juga. Tetapi wajar dong saya berekspektasi bahwa sebagian besar penduduk Indonesia di kota bisa lah berbahasa inggris. Tetapi kenyataannya tidak begitu. Ketika saya melakukan rekrut di pulau jawa saja, bahasa Inggris masih banyak yang belum menguasai terutama untuk kandidat saya yang lulusasn setingkat SMA. Ada yang benar-benar tes tertulis bahasa inggris saja tidak bisa. Benar-benar tidak bisa sama sekali alias NOL besar. Padahal di ijazahnya, nilai NEM bahasa Inggrisnya bahkan melebihi nilai bahasa Indonesia.kok bisa ya? Kalo memang ada yang lolos, dan memang memiliki nilai yang cukup baik saya coba tanya-taya pake bahasa inggris. Paling pol sih ya “I am (sebut nama), “my address (sebut alamat)” “father/mother (nama)” walah, udah ejaannya belibet, ngomongnya pun aneh. Padahal loh, ya itu tadi, nilai ujian bahasa inggris mereka diatas 7. Apa saking groginya ya? Saya Cuma menemukan sedikit dari lulusan SMA yang bisa menggunakan bahasa Inggris mendekati baik yaitu yang “i wanna f*ck a dog ass” dan satu orang kandidat lainnya. Sisanya mah yes-no doang deh bisanya.

Yaaa… okelah saya bisa memaklumi kalau beberapa orang masih belom ngeh sama bahasa inggris terutama untuk SMA. Kalau ulusan D3 atau S1 gimana ya?

Sebagaian besar sih lulusan D3 maupun S1 sudah bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Ya, saya bilang sih, kami sama-sama paham lah. Saya akui juga kalau bahasa inggris saya nggak bagus-bagus amat. Tapi ya itu tadi yang penting kami sama-sama pede dan yang penting juga adalah bisa melihat juga tuh kandidat pede nggak sama kemampuan bahasa inggrisnya. Tapi, ada tapinya loh. Ternyata ya semua itu tergantung dari orangnya. Kadang ada yang lulusan sekolah biasa tapi bahasa inggrisnya bagus. Atau sekolahnya bagus, tapi bahasa inggrinya lebih acakadut dari saya. Ya itu memang ada. Tapi saya yang duduk sebagai rekruter juga kadang hilang semangat deh kalau ada yang benar-benar nggak bisa bahasa inggris. Padahal dia lulusan S1, tapi merangkai kata-kata untuk perkenalan aja susah banget. Saya pikir kan kalo perkenalan ya gampang lah ya. Ini susah banget. Saya pernah ketemu kandidat yang gayanya selangit deh, pokoknya atittude nggak bagus dan ngomongnya nggak enak. Ketika sesi wawancara, saya jajal deh bahasa inggrisnya. Ternyata parah banget. Wah, saya cecer deh dia pake bahasa inggris hehehee… agak sedikit nakal sih, habisnya dia sengak baget sih.

Tapi bukan berarti saya sebagai rekruiter tidak pernah terperosok ke lubang sendiri. Saya akui, karena saya jarang dapat kandidat yang bahasa inggrinya nyambung saya selalu seneng dan malah tertantang ketika ada yang pintar bahasa Inggris. Tapi ya, saya mikir jug, kalo lulusannya dari eropa atau lulusan luar ya saya nggak perlu tanya kemampuan inggrisnya lah. Sudah jelas mereka bahasa inggrisnya lebih melintir dibandingkan saya yang jebolan les bahasa inggris. Sama aja saya bunuh diri di depan kandidat dong.

Kejadiannya sih waktu itu saya tandem sama sohib rekrut saya Dewi. Nah, sebelum kandidat itu masuk, kami sudah membaca dong identitas kandidat yang mau masuk. Dan di situ kami meihat bahwa kandidat tersebut tidak pernah sekolah di luar negeri tetapi dia menuliskan kemampuan inggrisnya baik. Wah, kami berdua yang memang suka tantangan, tertantang juga untuk mewawancarai dengan bahasa inggris. Akhirnya masuklah sang kadidat. Dan kami memulai sesi wawancara. Nah ketika sesi bahasa inggris dimulai, akhirnya terlihatlah kemampuannya

“oke, please introduce yourself”

“ *cas cis cus sing cing ngeeek ngoook blablalalalalalalalla*” katanya dengan bahasa inggris yang sangat sempurna

“and what is your hobby” kata dewi masih tenang

“ *ngggiiiikk,, nggggooook, cis cis cus cus cas cis cuus*” jawabannya meluncur dengan bahasa inggris yang benar-benar bikin kami terpana.

Kami mulai cubit-cubitan dan saling menginjak kaki karena tidak mengira di depan kami adalah kandidat yang bahasa inggrisnya luar biasa, bahkan kami hanya bisa manggut-manggut, mengomentari dengan komentar bodoh macam “oooo…” “yaaaa” “hmmmm” dan “I see” dan dengan pancingan kata-kata pendek itu, dia bahkan bisa bercerita dan menggunakan pilihan kata-kata yang benar-benar “berkualitas”. Huah, saya sama dewi pasti bakal keringetan sampe basah kuyup kalo saja itu ruangan nggak ada AC-nya. Kalah deh, kalah hahahaha…. akhirnya di satu titik kamipun bisa mengendalikan dan kembali menggunakan bahasa Indonesia.

“wah, bahasa inggris anda memang mengagumkan” kata dewi

“terima kasih” ujarnya merendah

“anda pernah mengikuti tes toefl sebelumnya?”

“ya, skor saya waktu itu sekitar 600”

NGEEEEEKKKKK….. saya dan dewi langsung klepek-klepek sambil tengsin. Yaiyalah, skornya hampir sempurna gitu mau dilawan sama saya yang lulusan les-lesan bahasa inggris. Dewi aja yang bahasa inggrisnya mumpuni juga KO. Akhirnya saya sadar bahwa di atas langit masih ada langit hehehe… stelah kandidat keluar kami baru ngakak-ngakak karena tingkah kami yang kacau waktu wawancara hehehe.. kapok deeeeh main-main sama bahasa inggris.

Moral of the story: pelajari bahasa Inggris. Tidak ada kata terlambat untuk bahasa Inggris. Syukur-syukur bisa bahasa selain bahasa inggris misalnya mandarin. Saat ini kemampuan bahasa mandarin juga banyak diperhitungkan loh. Dan kalau bisa pinter bahasa inggris sampe melintir udah deh, bisa bikin kepincut siapapun yang diajak bicara J

Posted in Nyata di kala kerja, Uncategorized | Tagged , | 8 Comments